0
Menu
♢♢♢

www.jempolpreneur.com adalah website resmi Komunitas Jempol Preneur(KJP), sebuah organisasi di bawah naungan PT. Aneka Ilmu Mandiri yang di bentuk sebagai wadah yang tepat bagi anda yang ingin belajar, memulai, dan merintis bisnis di dunia digital.

Komunitas Jempol Preneur
kontak@jempolpreneur.com
Telp (0421) 2922488

ANGKA CUKUP



Bagaimana sih caranya menghitung angka cukup itu?

Kisah Nyata Saat ditanya ANGKA CUKUP untuk gaji mereka, seorang

karyawan memerinci seperti ini:

  1. Uang saku ke orang tua
  2. Tabungan pernikahan
  3. Cicilan rumah
  4. Cicilan kendaraan
  5. Ciclan hutang
  6. Cicilan tabungan haji

Kalo semuanya dirinci seperti itu, maka akan semakin sedikit yang terpenuhi angka cukupnya. Jika Angka Cukup tak terpenuhi, maka KATA SYUKUR pun tak akan keluar Jika kata syukur tak keluar, jangan berharap Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita, Lalu seharusnya seberapa Angka Cukup itu?

Tergantung dari perhitungan versi mana. Jika mengacu kepada Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) berdasar Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 13 tahun 2012, seharusnya sudah lebih dari sekadar Sandang – Pangan – Papan. Ada 60 item yang mewakili 7 poin standar ‘layak’, yaitu:

  1. Makanan Minuman (11 items).
  2. Sandang (13 items).
  3. Perumahan (26 items).
  4. Pendidikan (2 item).
  5. Kesehatan (5 items).
  6. 6.Transportasi (1 item).
  7. 7.Rekreasi dan Tabungan (2 item).

Harusnya standar KHL yang menjadi acuan penetapan UMR di Indonesia sudah mewakili Angka ‘Lebih dari Cukup’. Terus kenapa BELUM ‘MERASA’ CUKUP?

Karena seiring pendapatan bertambah, bertambah pula KEINGINAN.

Keseharian naik bis, ingin punya motor.

Sepatu merek Bata, pengin ganti Adidas.

TV 21″, pengin upgrade 32″.

Kadang, penghasilan belum naik, sudah dibeli dengan cicilan. Alhasil kebutuhan terbesar adalah bayar hutang cicilan. Hal itu bisa dipahami, karena wajar jika manusia selalu ingin lebih. Salahkah?

Tidak berani menyalahkan, hanya mensyaratkan: asalkan masih di batas kemampuan (tidak besar pasak dari tiang), tidak mubazir dan bukan untuk menunjukkan KASTA kita. Membeli karena punya alasan kualitas dan fungsi, bukan karena gengsi.

“Cukup itu berarti yang pokok saja? Sandang. pangan, papan?”. SPP. dalam catatan (rumah) tak harus memiliki. Yang penting bisa untuk tinggal. Syarat sandang adalah untuk menutup aurat Jika penghasilan berlebih, beli yang bahannya nyaman, bukan karena gengsi. Makanlah karena bergizi dan rasa, bukan karena kasta.

Referensi:

“Gengsimu Disini” >> juraganforum.com/gengsimu-disini/

“Kasta Terselubung >> juraganforum.com/kasta-terselubung/

Apakah harus beli pakaian sebulan sekali?”

Tergantung profesi dan kebutuhan. Jika profesinya internet marketer yang jarang keluar rumah, mungkin beli pakaian setahun sekali pun sudah cukup.

“Kalau memberi orang tua yang hidupnya bergantung kepada kita bagaimana?”

Nah, memberi dan menyenangkan orang tua itu sangat diutamakan, namun tetap dalam batasan kemampuan kita juga Orang tua juga menginginkan rejeki yang halal dan berkah dari kita, bukan yang membebani kita.

“Mengejar katacukup itu, sesulit mengejar katasyukur.”

Bagaimana dengan BIAYAPENDIDIKAN?

Alasan ini yang paling banyak jadi alibi orang tua. Haruslah balik ke materi Makna Sukses lagi, agar mengerti seperti apa seharusnya pendidikan anak kita. Jika menilik pendapat ulama, pendidikan yang wajib adalah:

  1. Adab/akhlaq; baik kepada Allah, Rasul, orang tua, guru, dan sesama.
  2. Hukum agama; mengetahui halal haramnya sesuatu perbuatan.

Sisanya bukan wajib, namun masuk kategori boleh’ (mubah). Yang sering terjadi adalah orang tua yang menyekolahkan anaknya karena gengsi atau cita-cita orang tua, bukan cita-cita anak. Apalagi di jaman banjir ilmu (online). sekolah haruslah menjadi syarat pengajaran adab’, karena keilmuan teknis didapatkan informal. Belajar tak harus di bangku sekolah. Sekolah belum tentu belajar. Dapatkan esensinya, bukan sekadar gengsinya.

“Anak saya ingin jadi dokter Biaya masuknya saja diatas 200 juta.

Bagaimana donk ?”

Yah kalau mampu, silakan. Kalau gak mampu. tapi masih punya cita-cita mulia untuk mengobati kaum dhuafa, bisa belajar pengobatan alternatif. Yang sering terjadi. profesi anak sebagai dokter menjadi kebanggaan semu orang tua, sehingga menghilangkan esensi tujuan mulia seorang dokter. Tak sadar kita sudah dikotori ‘Makna Sukses’ yang sesat, karena kiblatnya ke barat, Coba serong sedikit kekanan, biar ketemu Mekkah.

“Bicara Mekkah nih. saya punya cita-cita pengin naik haji. Bagus tuh, cita-cita wajib bagi seorang muslim. Hukum haji adalah wajib bagi yang mampu. Mari berdoa agar dimampukan. Jangan sampai ‘naik haji dijadikan alasan untuk menjadikan diri kita tidak qona’ah’ (merasacukup dan bersyukur). Lebih parah lagi, untuk mendapatkan uang kuliah naik haji, dilakoni dengan korupsi, pungli, manipulasi, tipu-tipu dan cara haram lainnya.

Seperti berwudlu dengan air kencing, tak akan mensucikan.

Rumusnya…

Ikhtiar+ ibadah + Syukur = ditambah Nikmat

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur. niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat.”- Quran.

Kecilkan angka cukupnya. Saat angka cukup terpenuhi, kata syukur terucap, maka nikmatnya ditambah. Kalo gak bersyukur alias kufur/ingkar, maka turunlah adzab.

Bagaimana yang sudah telanjur tinggi angka cukupnya? Ada 2 cara:

  1. Belajar puasa’; menahan nafsu membeli diluar kebutuhan.
  2. Menunggu bangkrut alias kepepet, sampai tak tersisa.

Tapi ada juga Iho yang sudah kepepet, tetap saja masih gengsian. Itulah bahayanya penyakit gengsi, sukses baginya datang dari ‘pujian’ orang lain. Meski saat dia bangkrut, ‘si penonton’ tak turut melunasi hutangnya. Seolah ada bisikan, “Nanti apa kata orang.?!”.

Terapi Penyakit Gengsi

  1. Pahami lagi Makna Sukses’ yang sesungguhnya.
  2. Seringlah melakukan ‘pelayanan’ (khidmat) kepada sesama.

Datangi kaum dhuafa, belikan nasi bungkus jika ada kelebihan uang.

  1. Kumpul dengan orang yang sevibrasi dalam kesederhanaan.
  2. Unfollow semua ‘akun hedon’ dan materialis.
  3. Ganti bisikan menjadi, “Pusing amat apa kata orang.!” atau sejenis yang ‘masa bodoh’.
  4. Hindari mal, baik offline dan online. Karena banyak yang berdiam di rumah, tapi paketnya gak berhenti berdatangan, hahaha..
  5. Puasa, dzikir dan ngaji yang rutin.

 401 total views,  1 views today

Zulrahman zulrahman

Akrab di sapa Bang Zhul, adalah Pebisnis Muda yang saat ini sebagai Direktur Utama di PT. Aneka Ilmu Mandiri. Selain itu juga menjalankan beberapa usaha di antaranya www.hajatan.info, www.linkweb.name, www.jempolpreneur.com dan masih banyak lagi yang lainnya. Beliau lahirkan pada tanggal 05 Juni 1998 oleh dua sosok malaikat bernama Muh. Tahir dan Sumarni. Saat ini didampingi oleh sosok bidadari bernama Nurbathin.

Mungkin Anda menyukai

Program Wakaf Bisnis

Apa itu Program Wakaf Bisnis? Yaitu, penghimpunan wakaf berupa bisnis maupun wakaf melalui uang yang khusus dijadikan/dikonversi menjadi…

Jual Beli Perusahaan

Jual-beli perusahaan adalah jual beli yang dilakukan oleh perusahaan dimana penyerahan barang dilakukan menggunakan alat angkut khusus dan…

8 Strategi Efektif dalam Melakukan Ekspansi Bisnis

Ekspansi adalah aktivitas memperbesar atau memperluas usaha yang ditandaidengan penciptaan pasar baru, perluasan fasilitas, perekrutan pegawai, dan lain-lain.Ekspansi…

Tinggalkan Komentar




Bagian ini berisi iklan adsense :

Belanjaan Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko