0
Menu
♢♢♢

www.jempolpreneur.com adalah website resmi Komunitas Jempol Preneur(KJP), sebuah organisasi di bawah naungan PT. Aneka Ilmu Mandiri yang di bentuk sebagai wadah yang tepat bagi anda yang ingin belajar, memulai, dan merintis bisnis di dunia digital.

Komunitas Jempol Preneur
kontak@jempolpreneur.com
Telp (0421) 2922488

8 Strategi Efektif dalam Melakukan Ekspansi Bisnis



Ekspansi adalah aktivitas memperbesar atau memperluas usaha yang ditandaidengan penciptaan pasar baru, perluasan fasilitas, perekrutan pegawai, dan lain-lain.Ekspansi dapat juga diartikan sebagai peningkatan aktivitas ekonomi dan pertumbuhandunia usaha. Perluasan atau ekspansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untukmencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atauprofit perusahaan.

8 Strategi Efektif dalam Melakukan Ekspansi Bisnis

Jika perusahaan Anda sudah berjalan dengan cukup stabil, maka langkah yang bisa ditempuh selanjutnya adalah melakukan ekspansi bisnis. Ekspansi bisnis merupakan aktivitas memperbesar atau memperluas bisnis dengan menciptakan pasar baru, memperluas fasilitas, menambah sumber daya manusia dan lain sebagainya. Ekspansi juga bisa dilakukan sebagai peningkatan aktivitas ekonomi di dalam bisnis Anda, yang nantinya akan berwujud pada peningkatan kekuatan bisnis, peningkatan keuntungan, akses teknologi serta munculnya pelanggan baru dan lain sebagainya. Dengan berbagai keuntungan ini tentu saja ekspansi menjadi tujuan yang diharapkan oleh hampir setiap pelaku bisnis baik itu di perusahaan besar maupun kecil. Namun untuk mencapai titik tersebut bukanlah hal yang mudah. Berbagai upaya dan perjuangan harus dilakukan agar proses perluasan tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Dalam upaya melakukan ekspansi bisnis setidaknya diperlukan strategi yang tepat untuk diaplikasikan, dan berikut 8 diantaranya yang bisa Anda lakukan.

1. Buat Rencana yang Matang

Sebelum memutuskan untuk melakukan ekspansi bisnis, buatlah perencanaan sematang mungkin. Ini akan membantu Anda agar tidak kehilangan kontrol atas bisnis sebelumnya. Selain itu, rencana yang matang juga dapat mempermudah Anda dalam mengarahkan kemana bisnis baru tersebut akan dibawa nantinya. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan rencana ini, tentu yang paling utama yaitu Anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana kondisi bisnis Anda saat ini. Biasanya, bisnis yang sudah siap melakukan ekspansi adalah bisnis yang memiliki penjualan yang lancar, konsumen yang signifikan serta memiliki pasar yang cukup luas. Perkuatlah bisnis utama dahulu agar bisa menjadi tumpuan untuk rencana berikutnya. Setelah memahami apa yang terjadi pada internal bisnis, selanjutnya Anda bisa belajar hal-hal baru yang bermanfaat untuk mengoptimalkan bisnis Anda nantinya. Ciptakan rencana mengenai model bisnis selanjutnya, modal yang digunakan, serta langkah-langkah yang akan ditempuh untuk pengembangannya.

2. Menambahkan Produk dan Layanan Terbaru

Bisnis Anda mungkin sudah memiliki produk dan layanan andalan yang mempunyai konsumen dengan jumlah yang signifikan. Namun tidak ada salahnya jika Anda menambahkan produk dan layanan baru yang berbeda dari sebelumnya. Cara ini bisa ditempuh dengan memberikan bisnis Anda wajah baru dengan beralih kepada lini yang belum pernah dicoba sebelumnya. Ini merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk ekspansi bisnis. Tentu hal ini dapat Anda lakukan tanpa meninggalkan bisnis yang telah ada sebelumnya.

Akan tetapi, untuk mewujudkan hal ini tidaklah sederhana. Dibutuhkan analisis dan riset pasar secara menyeluruh untuk mengetahui produk dan layanan seperti apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen. Dan jika ini memang hal baru bagi bisnis Anda, maka buatlah perhitungan dan strategi untuk mengetahui apakah bisnis Anda mampu untuk memasarkannya dan akhirnya mendapat keuntungan.

3. Promosi Secara Aktif

Bisa saja dengan adanya ekspansi bisnis ini, produk yang dikeluarkan bisa sama baiknya atau mungkin lebih baik jika dibandingkan dengan produk di bisnis sebelumnya. Namun, tidak akan ada yang mengetahui hal tersebut jika Anda tidak menunjukkannya kepada konsumen. Anda harus menjelaskan mengapa produk tersebut menjadi yang terbaik, serta ajaklah konsumen untuk menggunakannya. Hal ini bisa diwujudkan dengan melakukan promosi. Promosi dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk atau bahkan perusahaan Anda secara keseluruhan. Tidak masalah jika Anda sudah mulai melakukan promosi sebelum bisnis baru Anda benar-benar terbentuk secara fisik. Lakukan promosi sekecil apapun secara aktif dan terus-menerus agar konsumen mengenal Anda sedari awal sehingga konsumen dan akan lebih nyaman bertransaksi. Anda bisa membagikan bocoran-bocoran secara berkala mengenai promosi apa saja yang nantinya akan diadakan.

4. Mencari Target Pasar Baru

Sesuai dengan pengertian yang telah dijelaskan, salah satu kriteria ekspansi bisnis adalah penciptaan pasar baru. Jika bisnis Anda menciptakan produk serta layanan yang berbeda dengan bisnis sebelumnya, tentu saja diperlukan target konsumen yang berbeda dan sesuai dengan produk tersebut. Namun pencarian target pasar baru ini bukan berarti Anda tidak bisa mencari target pasar untuk produk yang sebelumnya. Apabila Anda berkeyakinan untuk melakukan ekspansi bisnis, Anda tetap bisa membawa produk lama untuk dipasarkan di daerah yang berbeda. Strategi ekspansi ini memang ditujukan untuk mencari kemungkinan target konsumen lain yang tepat untuk produk serta layanan Anda.

5. Membuka Cabang

Jika Anda sudah melihat perkembangan pada bisnis utama, pertimbangkan membuka cabang baru untuk memperluas jangkauan terhadap konsumen. Anda dapat memilih untuk membuka cabang baru di daerah yang sama atau berbeda. Cabang yang berada di daerah yang sama biasanya digunakan untuk membantu bisnis Anda melayani konsumen yang mungkin tidak bisa dilayani oleh cabang utama. Jika tujuannya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, bisa dengan membuka cabang di daerah lain dimana persaingan terhadap produk tersebut tidak terlalu ketat, serta untuk mencapai konsumen baru di daerah yang berbeda.

6. Mengaplikasikan Sistem Penjualan Baru

Di era serba digital ini ada beragam pilihan penjualan selain hanya mengandalkan toko fisik. Orang berbondong-bondong merubah metode konsumsinya dengan berbelanja melalui toko-toko online. Kegiatan membeli di dunia online lebih sederhana. Dengan bermodalkan paket internet, konsumen dapat berseluncur dari satu toko ke toko lainnya untuk mendapatkan produk dan layanan yang diinginkan. Selain itu, harga yang ditawarkan cukup bervariasi, bahkan lebih murah. Tidak mengherankan jika sebagian besar konsumen akan lebih memilih berbelanja secara online. Untuk memperluas bisnis Anda dan agar tidak semakin tertinggal , aplikasikan sistem penjualan baru untuk produk dan layanan Anda. Bisa dengan memanfaatkan media sosial atau membuka toko online di berbagai market place yang tersedia.

7. Kerja Sama Saling Menguntungkan

Strategi lainnya yang bisa ditempuh untuk memperluas bisnis adalah dengan melakukan kerja sama dengan berbagai mitra, baik perusahaan komplemen atau bahkan pesaing Anda. Tentu saja kerja sama ini harus saling menguntungkan. Jangan buang-buang waktu bernegosiasi dengan mitra yang tidak sejalan dengan tujuan bisnis Anda. Sebuah kerja sama yang baik akan melakukan identifikasi yang jelas dan menciptakan solusi yang berguna untuk kepentingan keduanya. Bahkan ketika itu dengan pesaing bisnis Anda sendiri. Gabungkan ide untuk memperluas pasar dengan menciptakan produk terbaru baik untuk pasar yang sama, pasar yang berbeda atau bahkan pasar yang lebih luas.

Membeli Perusahaan Pesaing

Selain dengan metode kerja sama, ekspansi bisnis bisa langsung dilakukan dengan membeli perusahaan pesaing. Ini biasanya dilakukan apabila pesaing sedang dalam masa sulit. Pembelian ini bisa dilakukan dengan dua cara, yakni merger ataupun akuisisi. Menurut Brealey, Myers dan Marcus (1999), merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu. Dimana perusahaan yang melakukan merger akan membeli semua aset dan liabilitas perusahaan yang di-merger. Akibatnya perusahaan yang me-merger setidaknya memiliki 50% saham dan perusahaan yang di-merger harus berhenti beroperasi. Bisa juga dengan mengakuisisi atau pengambil-alihan secara langsung sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset mayoritas perusahaan tersebut. Di sini perusahaan yang dibeli tetap ada, hanya pemegang sahamnya saja yang berbeda.

 233 total views,  1 views today

Zulrahman zulrahman

Akrab di sapa Bang Zhul, adalah Pebisnis Muda yang saat ini sebagai Direktur Utama di PT. Aneka Ilmu Mandiri. Selain itu juga menjalankan beberapa usaha di antaranya www.hajatan.info, www.linkweb.name, www.jempolpreneur.com dan masih banyak lagi yang lainnya. Beliau lahirkan pada tanggal 05 Juni 1998 oleh dua sosok malaikat bernama Muh. Tahir dan Sumarni. Saat ini didampingi oleh sosok bidadari bernama Nurbathin.

Mungkin Anda menyukai

Program Wakaf Bisnis

Apa itu Program Wakaf Bisnis? Yaitu, penghimpunan wakaf berupa bisnis maupun wakaf melalui uang yang khusus dijadikan/dikonversi menjadi…

Jual Beli Perusahaan

Jual-beli perusahaan adalah jual beli yang dilakukan oleh perusahaan dimana penyerahan barang dilakukan menggunakan alat angkut khusus dan…

Valuasi Bisnis

dalam berinvestasi saham mengetahui harga suatu saham per lembarnya saja ga cukup. KIta harus bisa mengetahui cara melakukan…

Tinggalkan Komentar




Bagian ini berisi iklan adsense :

Belanjaan Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko