MINDSET PENGUSAHA
Profesi Mulia Pengusaha
Bagaimana dengan pengusaha, apakah hanya mengejar angka cukup saja? Pengusaha haruslah membantu orang lain mendapatkan angka cukupnya. Bisnis adalah kendaraan, bukan kendaraan sehingga lupa tujuan.
“Gengsi tak membuatmu kaya, tapi membuatmu sengsara”
Seringkalli saat miskin, punya tujuan mulia mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Namun setelah menyicipi nikmatnya kekayaan, lupalah ia akan tujuan yang semula. Kemudian..
Membayar gaji serendah mungkin. Menjadikan karyawan mesin uang perusahaan. Menawar supplier dan kontraktor semurah mungkin. Membayar tagihan selama mungkin, sampe kiamat Mencaplok lahan rejeki orang lain. Menjual-bel perusahaan. gak memikirkan nasib karyawan setelahnya.
“Yang penting aku senang aku menang. seperti lagu: Bento)
Itulah namanya KE SE RA KAH AN
Ubah Target Perusahaan
Siapa sih yang mengajarkan kita untuk menargetkan naiknya penjualan?
Untuk mensejahterakan karyawan. mengentaskan kemiskinan. maka harus
(semisal) seperti ini targetnya.
Target ke luar:
Mengampany kan penggunaan produk dalam negeri. Menakkan indeks kepuasan pelanggan menjadi 90% Karena dengan menaikkan konsumsi produk lokal idibanding impor. Akan menggerakkan perekonomian sekitar.
Target ke dalam:
Menambah karyawan 20 orang pertahun.
Meng-umroh-kan 5 karyawan pertahun.
Memfasilitasi pembelian rumah karyawan, dengan masa bakti diatas 5 tahun. Jika itu targetnya, menaikkan omset/profit akan menjadi jalan (misi) untuk mencapai target, bukan sebaliknya.
“Ingat rumusnya: TUJUAN yang benar, kemudian rumuskan JALAN yang BERKAH.
direnungkankembali, Susah ya? lyaa.. karena sudah telanjur mengakar.
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” hanya menjadi slogan yang diucapkan,upaya yang besar untuk mengembalikan kemurnian Pancasila dalam kehidupan kita. Yuk mulai dari kita, karena ini amalan kita, bukan mereka.

5 Tangga Bisnis – KJP
[…] Mindset Pengusaha […]